Petilasan Donoloyo adalah situs bersejarah dan wisata religi yang sangat terkenal, terutama karena lokasinya berada di dalam Hutan Jati Donoloyo di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
1. Lokasi dan Keunikan Alam
- Petilasan ini terletak di tengah Alas (Hutan) Donoloyo, yang merupakan hutan lindung jati tua yang berada di wilayah Desa pandan, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri.
- Hutan ini dikenal memiliki pohon jati yang berusia ratusan tahun dengan kualitas kayu terbaik. Pohon-pohon jati di kawasan ini menjulang tinggi dan terawat, sebagian besar dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
- Suasana di sekitar petilasan ini sangat asri, rindang, dan dikenal memiliki aura yang sakral atau mistis.


2. Kisah Historis dan Legenda
Petilasan Donoloyo terkait erat dengan dua legenda besar dalam sejarah Jawa:
Pembangunan Masjid Demak: Kisah yang paling terkenal adalah peran Hutan Donoloyo dalam pembangunan Masjid Agung Demak pada masa Wali Songo. Konon, kayu jati terbaik dari hutan ini yang dipilih dan digunakan oleh Wali Songo untuk membuat salah satu Saka Guru (tiang utama) masjid.
Ki Ageng Donoloyo: Petilasan ini didirikan untuk menghormati Ki Ageng Donoloyo, yang dipercaya sebagai seorang Senopati (Panglima) dari Kerajaan Majapahit yang memilih untuk menetap dan membuka hutan di wilayah tersebut. Ki Ageng Donoloyo juga dipercaya sebagai leluhur dan pendiri desa setempat. Di kawasan petilasan ini, terdapat makam atau punden yang dikeramatkan sebagai tempat beliau dimakamkan atau tempat beliau pernah bertapa/beristirahat.

3. Fungsi sebagai Wisata Religi
- Petilasan Donoloyo menjadi tujuan utama wisata religi atau ziarah bagi masyarakat dari berbagai daerah.
- Masyarakat datang ke punden ini untuk berdoa, memohon keselamatan, kesehatan, dan kelancaran rezeki, terutama pada malam-malam tertentu yang dianggap keramat, seperti Malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, serta pada Bulan Suro.
- Di kawasan petilasan, terdapat sisa-sisa tunggak jati Cempurung yang diyakini merupakan pohon jati pertama yang ditanam oleh Ki Ageng Donoloyo dan menjadi bahan baku tiang Masjid Demak. Tunggak ini dibalut dengan kain dan dijadikan punden untuk berziarah.
Hingga kini, masyarakat sekitar sangat menjaga kelestarian Hutan Donoloyo, bahkan ada larangan untuk mengambil atau menebang pohon jati di kawasan tersebut. Hal ini menjaga keberadaan hutan dan petilasan tersebut sebagai cagar alam sekaligus peninggalan budaya.

